Aceh Tamiang, 25 Desember 2025
Universitas Samudra (Unsam) terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Salah satu bentuk nyata pengabdian tersebut diwujudkan melalui program PKM bertajuk “Klinik Belajar” yang dilaksanakan di Kabupaten Aceh Tamiang dengan mengusung tema “Solusi Pendidikan Darurat dalam Mengatasi Disrupsi Pembelajaran di Wilayah Terdampak Bencana”. Program ini bertujuan untuk memulihkan semangat belajar serta membantu siswa yang terdampak bencana agar tetap mendapatkan pendampingan akademik dan psikosial secara optimal.

Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Tamiang berdampak signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk pendidikan. Terhentinya aktivitas belajar mengajar dan kondisi psikologis anak yang terganggu menjadi perhatian serius. Melalui Klinik Belajar, Unsam hadir memberikan layanan pendidikan darurat yang bertujuan memastikan hak belajar anak tetap terpenuhi di tengah kondisi pascabencana.

Kegiatan ini menyasar siswa sekolah dasar yaitu MIN 8 Aceh Tamiang yang berlokasi di Desa Kebon Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, serta SDN 1 Tualang Cut di Desa Tualang Baru, Kecamatan Manyak Payed. Mahasiswa dan dosen Unsam yang tergabung dalam tim PKM memberikan pendampingan belajar, penguatan materi pelajaran, bimbingan membaca dan berhitung, serta berbagai aktivitas edukatif yang dikemas secara menarik dan menyenangkan. Pendekatan ini dirancang agar anak-anak dapat kembali merasakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan penuh semangat.
Penanggung jawab PKM, Dr. Ronald Fransyaigu, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa Klinik Belajar dirancang sebagai layanan pendidikan darurat yang adaptif dan berbasis kebutuhan lapangan.“Klinik Belajar hadir untuk memastikan hak belajar anak tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat. Fokus kami tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pemulihan psikososial agar anak dapat kembali belajar dengan rasa aman dan nyaman,” ujar Dr. Ronald. Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini tidak hanya berdampak bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran sosial bagi mahasiswa untuk lebih peka terhadap persoalan di lingkungan sekitar serta mampu mengaplikasikan keilmuan yang dimiliki secara langsung.
Kegiatan Klinik Belajar mencakup : (1) Pemetaan kondisi psikososial anak, pengenalan lingkungan pascabencana, kegiatan rekreasional, penguatan literasi dan numerasi dasar, serta pengembangan seni dan religius melalui pendekatan observatif, edukatif, dan rekreatif guna memulihkan kesejahteraan emosional sekaligus meminimalkan risiko learning loss pascabencana; dan (2) Kegiatan seni seperti menggambar dan melukis yang berfungsi sebagai sarana terapeutik untuk mengekspresikan emosi dan pengalaman traumatis anak, sementara kegiatan religius seperti doa bersama dan mengaji ringan diintegrasikan sebagai bagian dari pemulihan psikososial berbasis nilai moral dan spiritual.

Program ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan orang tua siswa. Ary Sugiono, salah satu wali murid MIN 8 Aceh Tamiang, mengapresiasi kehadiran dan kontribusi Universitas Samudra melalui program PKM Klinik Belajar tersebut.“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Samudra atas program dan bantuan yang diberikan. Kegiatan ini sangat membantu anak-anak, yang sebelumnya masih banyak bermain, kini kembali menunjukkan semangat untuk belajar”. Menurutnya, pendampingan yang
Sebagai bentuk dukungan konkret, tim PKM Unsam juga menyediakan berbagai fasilitas pembelajaran bagi sekolah, antara lain perlengkapan alat tulis dan alat sekolah, meja lesehan lipat, serta Starlink Mini untuk mendukung akses pembelajaran digital di kondisi darurat.

Melalui pelaksanaan PKM Klinik Belajar ini, Universitas Samudra menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi atas permasalahan sosial, khususnya di bidang pendidikan. Unsam berharap program ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan serta menjadi inspirasi bagi kegiatan pengabdian serupa di masa mendatang